Tak selamanya hidupmu akan mulus
Tak selamanya hartamu akan terus menerus
Tak selamanya jalan hidupmu selalu lurus
Yang kau miliki bukan segalanya yang aku mau
Yang kau inginkan bukan mauku
Itu semuanya adalah MAUMU!
Kau yang menginkan aku
Namun kau yang tak pernah mendengarkanku
Nafsumu membuatku semakin percaya dengamu
Maka dari itu aku ingin kau menjadi apa yang ku mau
Hidup itu hanya mengikuti alur yang terus berjalan sampai kapan hidup kita akan berhenti!
Namun hidup tidak akan pernah berjalan jika manusia tersebut tidak akan menggerakan tubuhnya!
Dulu...
Engkau mengejarku...
Dengan segala tipu muslihatmu...
Engkau berhasil menghipnotisku...
Untuk bisa denganmu...
...................................................................................................................................................................
Daun selalu bergoyang dan pohon tidak pernah bergerak
Angin sepoi-sepoi yang bertiupan menggoyangkan mata ini
"Namamu siapa?'', katika mulutnya berbicara
Entah kenapa dulu aku tak tertarik dengannya?
Mungkin karena dia terlalu mudah untuk menyapa wanita?
Aku hanya ingin dengan laki-laki yang tak mudah mengulurkan tangannya hanya untuk berpegangan tangan agar bisa tahu namaku!
Namun bulu mataku tak bisa ke atas bawah
Bola mataku tak bisa bergerak kanan kiri
"Nisa", aku telah terhipnotis olehnya
Entah kenapa aku tak bisa membaca sisi buruk sifatnya
Dan yang hanya ku lihat semuanya baik
Inikah yang namanya cinta?
Atau hanya nafsu sesaat yang digoda oleh setan?
Apakah benar aku yang jatuh cinta?
Apakah iya setan bisa jatuh cinta?
***
Obrolan kita semakin asyik...
Ini mulut terbuka lebar untuk tertawa ketika memandang tulisan yang tidak bergerak namun entah mengapa tulisan tersebut membuatku tersenyum tak tertahankan
Mungkin bahasa vickynisasinya telah menghipnotisku
Terus menerus...
Malaikat pun telah berusaha untuk menyadarkanku...
Namun setan selalu berusaha menjerumuskanku...
Dan akhirnya kita berdua pun pacaran!
***
"Kamu mau makan apa?", tawarnya.
"Bakso yang disana aja", jawabku.
"Gak usah, kita ke cafe' atau resto gimana", tawarnya.
"Aku gak bisa makan yang kek gituan", jawabku jujur.
"Kenapa?", tanyanya bingung.
"Aku gak bisa pegang sumpit, ibuku juga gak pernah masak yang seperti makanan itu, harganya mahal, dan ada pajaknya", alasanku.
"Tapi makan bakso kita udah sering", jawabnya.
"Tapi bakso ngenyangin dan murah", jawabku.
"Ayoo sekali-kali ya kita makan di cafe atau resto", pintanya.
"Ya udah ayok", jawabku.
Sebenarnya aku belum pernah makan di tempat cafe atau resto yang seperti itu ya karena melihat dari tempatnya aku sudah sangat takut untuk menginjakkan satu kaki disana...
Karena semua yang parkir disana mobil di atas 1500CC semua
Wanita dengan pasangannya yang kaya
Kulit mulus putih tanpa noda
Namun dosa berwarna
Makanan pun datang... Hmmm wanginya makanan tersebut memang sangat nikmat...
Dirumah tidak pernah ada wangi aroma seperti ini :-D
Tetapi apakah rasanya akan lebih enak dari masakkan Ibu dirumah?
Bagaimana aku bisa merasakan masakkan ini?
Cara makannya saja aku tidak tahu -__-
Cara pegang sumpit saja aku tidak tahu -__-
Ya... Tuhaaaan...
"ayo dimakan", suruhnya.
"iya,.. tapi.. aku...", maluku untuk berkata
Aku selalu memperhatikan bagaimana cara tangannya memegang sumpit.
Bagaimana cara dia memakannya?
Ternyata memperhatikan cara dia memegang sumpit tidak semudah aku memperhatikan guru menjelaskan pelajaran Matematika di kelas -__-
"kamu gak suka makanan ini?", tanyanya.
"suka, tapi aku.... gak bisa pegang sumpit", bisikku.
Dia terus mengajarkanku agar aku bisa pegang sumpit.
Namun aku tak bisa!
Lebih baik aku menangkap belut yang licin tapi aku bisa menangkapnya
Tapi aku tak bisa memegang sumpit yang benda mati
"ya udah kamu pakai garpu aja", suruhnya.
Sungguh.. aku sangat malu harus makan pakai garpu sedangkan yang lain pakai sumpit
Tapi ketika aku memakai garpu, makananya jatuh -__-
Dan baiklah kembali ke Sunnah Nabi
"MAKAN PAKAI TANGAN"
Dan ternyata rasa makanannya sangat tidak enak -_-
Enakkan makanan masakkan Ibu
Dan harganya pun diatas 100ribu.
Itu makanan atau hp senter?
***
Pacaran kita terus lanjut ketika tamat SMA
Mungkin disini kita akan berpisah
Mungkin disini kita akan berpisah
Disini kita mulai menentukan masa depan kita masing-masing
Berjodoh ketika kita sukses!
Namun kenyataannya.....
"duar...treetetet...gogogoooaaaallll", mainan itu berbunyi lagi.
Terus asik bermain PS di kamarnya tanpa ada buku sedikit pun..
Ada buku tapi semuanya komik Naruto -_-
"mandi sana! ayook kita belajar!", suruhku
"bentar lagi, 10menit lagi", asyiknya dia.
"ini waktu udah mulai siang, tadi di sms katanya iyaa udah mandi tapi ternyata belum", marahku.
"kamu ikut aku main PS ya", ajaknya sok manis.
"GAK!, cepet mandi", suruhku.
Listrik tiba-tiba padam..
Dia pun mulai masuk ke kamar mandi...
"Bik, minta air hangatnya", teriaknya kepada Pembantunya.
"listrik mati den", jawab pembantunya.
"tapi ini airnya dingin bik", sensitifnya.
Dan pembantunya pun memasak air, karena dia itu orangnya sangat manja, gak bisa mandi pakai air dingin, padahal itu air gak dingin, anak cowok satu-satunya, dan anak bungsu mungkin karena itulah hidupnya selalu dimanja oleh orang tuanya dan harta orang tuanya yang menyelimutinya.
***
Belajar pun dimulai!
Kita belajar Matematika, memang dia itu sangat tidak mengerti pelajaran matematika jangankan matematika semua pelajaran saja dia tak ada yang mengerti.
Aku pun mulai menjelaskan selama 15menit.
Aku kira dia mengerti sambil memegang hpnya.
Aku pikir dia memegang hpnya menggunakan kalkulator.
Ternyata "fire...fire...fire...", game COC -__-.
"Kamu tadi sholat shubuh gak?", tanyaku.
"sholat kok", jawabnya.
"sholatnya berapa rakaat tadi?", tanyaku gak percaya.
"empat", jawabnya.
"tuh kan sholatnya bolong lagi!!!", keselku sama dia.
"itu sholat isya' semalam", jawabnya ngeles.
"kamu itu harus BELAJAR! RAJIN SHOLAT! CARI DI INTERNET PENDAFTARAN SEKOLAH DINAS atau apalah! jangan main terus! katanya mau serius sama aku? Tapi untuk masa depan kamu aja, kamu gak pernah serius bagaimana sama aku?", tanyaku serius.
"he eh he eh", jawabnya yang masih asyik dengan game COC.
Hpnya ku ambil
"yaahh yank aku kan lagi war", sedihnya.
"tapi kamu sekarang lagi war juga sama soal-soal", marahku.
"percuma juga aku war sama soal-soal, aku juga gak pernah ngerti", jawabnya.
"makanya ayok belajar sama aku!", ajakku.
kita pun belajar bareng berdua! dengan mulutnya yang terus menguap, matanya yang ngantuk.. memang sungguh aku tak tega jika harus melihatnya tersiksa dengan tingkahku tapi bagaimana lagi dia kan cowok! seharusnya semangat cowok itu lebih besar daripada semangat cewek!
"kamu SBMPTN udah daftar?", tanyaku.
"udah", jawabnya menguap.
"ambil jurusan apa?", tanyaku.
"jurusan @%$^*#!^$#)", jawabnya.
"Kenapa jurusan itu?", tanyaku kesal.
"Yaaa karena aku suka, kuliahnya santai", jawabnya santai.
"Itu akreditasinya masih C, terus jika kamu tamat kuliah gak ada yang mau terima jurusan kamu!", marahku.
"Kerjaan papa kan masih ada! jadi aku nanti yang nerusin semuanya", jawabnya santai.
"hidup itu gak selamanya bisa mengandalkan orang lain!", marahku.
"umur kita masih 17tahun, masa depan kita masih panjang, orang tua kita yang udah tua aja gak seribet kita.. Kok kamu yang ribet terus sama hidup aku, orang tua aku gak pernah ribet dengan hidupku!!! mereka anteng-anteng aja", marahnya balik.
"aku itu cuman pingin yang terbaik untuk kamu! ya wajar orang tuamu gak pernah ribet sama hidupmu ya karena kamu itu manja, orang tuamu sibuk mengurusi kerjanya untuk masa depanmu, semestinya kamu itu sadar! bukannya tambah menggeledar gak jelas seperti ini", marahku.
"Kamu itu lama-lama melebihi orang tua aku! kamu itu hanya sebatas PACAR! gak lebih! jadi kamu gak berhak ngatur hidup aku! inget takdir dan nasib manusia itu ada ditangan TUHAN bukan ditangan kamu!", marahnya keselnya.
"tapi Tuhan bisa merubah semua takdir dan nasib umatnya kapan saja jika manusianya mau berusaha!", marahku balik.
"Iya nanti", jawabnya...!
"ya udah, PLN dan polisi udah buka buruan kamu daftar, semua berkas nanti aku yang urus", caraku meredamkan suasana.
"aku itu gak minat ikut PLN dan Polisi! kok kamu terus-terusan ngotot maksa aku? kamu aja sana yang ikut testnya!!!", marahnya lagi.
"PLN itu syaratnya untuk cowok! kalo ada syaratnya cewek pasti aku udah ikut! Polisi tinggi badan aku gak nyampe 160cm!!!", marahku.
"tapi aku males! aku gak minat! biarkan aku sendiri yang memilih hidupku mau bagaimana? jalan masa depanku bagaimana? ngerti!!!", katanya tajam.
"ya udah, kalo begitu kita PUTUS!", jawabku terakhir.
Memang sulit ingin mengatakan kata PUTUS tapi bagaimana lagi, hidup kita berdua emang beda, harta kita juga selisihnya beda, derajat keluarga kita juga memang beda, karena hidupmu yang sudah sangat cukup itu bisa membuatmu sangat malas untuk berusaha!
Memang aku cerewet! Memang aku suka ngatur hidupmu! Tapi, kamu tahu sendiri aku cerewet dan aku ngatur ya untuk kamu juga! Hidupmu yang sangat manja sangat sulit untukku untuk merubah hidupmu menjadi mandiri! Hidup tanpa uang orang tua! Hidup tanpa harta orang tua!
Andai kamu tahu umur kita udah 17tahun, kita udah tamat SMA..
Mau minta uang 1000 sama orang tua saja udah sangat malu sekarang!
Apalagi nanti umur kita yang terus bertambah!
Sebaiknya kita MIKIR! Udah berapa lama ya orang tuaku kerja? Udah berapa banyak ya tetesan keringatnya? Udah berapa banyak ya duit yang udah aku makan sampai aku bisa besar kayak ini!
Orang tua kita mungkin sibuk sehingga tidak bisa mengatur hidup kita!
Tapi, Tuhan kasih seorang yang bisa mengatur hidupmu!
Namun kau abaikan semua titipan Tuhan tersebut!
Dan kau lebih menerima titipan harta orang tuamu!
Tapi, Tuhan kasih seorang yang bisa mengatur hidupmu!
Namun kau abaikan semua titipan Tuhan tersebut!
Dan kau lebih menerima titipan harta orang tuamu!
Biarkan semua ini berjalan dengan sendiri!
Hidup dengan mandiri!
Sukses dengan tangan sendiri!
Agar kita bisa menyadari semua yang pernah kita milikki!
Sukses dengan tangan sendiri!
Agar kita bisa menyadari semua yang pernah kita milikki!
Semoga kita bertemu kembali dengan hasil kita sendiri!
Dan Tuhan menyatukan kita lagi dengan kesalahan yang dulu yang telah mengubah diri!
Dan Tuhan menyatukan kita lagi dengan kesalahan yang dulu yang telah mengubah diri!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar