visitors'

Rabu, 12 November 2014

Pesawatku Mundur

Pesawat pergi terbang tinggi jauh
Semakin ku berlari mengikutinya makra ia pun berlari
Andai ku punya sayap sebesarmu
Pasti aku akan berada diatas melihat dunia secara jelas
Andai manusia diciptakan seperti burung
Yang mempunyai sayap dan kaki
Namun tidak mempunyai tangan seperti manusia
Andai pula hati manusia tidak mempunyai sayap
Maka hati manusia pun tidak akan terbang
Pergi jauh dibawa oleh seseorang
Dengan penuh rasa tarik ulur perasaan ini
Bertanya kepada seorang yang membawa hati ini?
Apakah hatiku selalu kau pegang ketika kau memegang tanganku dulu?
Apakah hatiku kau campakkan ketika kau berada di pesawat yang entah tak tahu jatuh kemana?
Mungkin...
Kau mempunyai hati yang lain!
Kau mempunyai hati yang menyatu dengan orangnya di dekatmu!
Sedangkan AKU?
Yang selalu menunggu kapan kau mau mengembalikan hatiku?
Hati yang kau bawa selalu membuatku tak berdaya
Merasakan apa yang tak nyata
Merasakan apa yang tak pasti
Merasakan yang tidak ada di depan mata
Merasakan sesuatu yang membuat mata ini sedih
***
 http://liamareza.files.wordpress.com/2010/09/pesawat-kertas1.jpg
***
"Aku bukan malaikat yang selalu disampingmu yang mencatat semua perbuatanmu"
Tapi aku hanyalah manusia yang sama sepertimu yang selalu berusaha menjadi seorang malaikat namun aku ditakdirkan oleh Maha Pencipta menjadi manusia.
Selama 5tahun aku berusaha menjadi seorang malaikat tapi bukan malaikat yang baik namun hanya menjadi seorang yang maha mengetahui dan bukan pula sebagai Tuhan. Istilah anak remaja sekarang ya "KEPOER".
Aku selalu mencari dimana kamu berada? Apa yang sedang kamu lakukan? Dimana kamu sekolah? Dan sampai yang paling menyakitkan Siapa DIA?...............................................................................
ayo semua para pembaca kita bernyanyi :
"sakitnya tu disini di dalam hatiku! sakitnya tu disini melihat kau ........."
sakiiiitttt......ya memang sakittt.... tapi buat apa sakit jika sekarang lagi sehat :-D.
***
-TingtungTingTung-"pesawat dengan nomor 737 tujuan Jakarta akan berangkat dalam waktu 5menit lagi".. suara wanita itu mengingatkanku berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang 10bulan silam.
*
"at SMB II Palembang's airport", status pembaruan bbmnya.
5tahun kurang sudah kita tidak bertemu, ya kangen bagaimana bentuknya kamu, bagaimana wajahmu sekarang, suaramu sekarang, yaaa kangeen... 5tahun kurang sudah kita tidak saling kasih kabar, berharapnya kamu itu jadi artis papan atas supaya setiap hari muncul di TV tapi dengan gosip yang menyakitkan hati.
"kamu lagi di Palembang?", balas bbmku melihat pembaruan bbmnya.
Namun sayangnya balasanku bukan muncul Delieve tapi Checklist -__-.
Ya sudahla mungkin kamu telah pergi dan pulang ke rumahmu sehingga kamu telah melupakan Palembang yang telah mempertemukan kita ya walaupun hanya sesaat dan waktunya juga tidak melebihi masa jabatan Presiden.

Dengan tubuh dengan aroma sangat menyengat sekali, dan dengan pakaian yang selalu membawaku ke kasur, dan pula dengan air suci tanpa limbah yang selalu berada didekat mulutku ketika aku tidur maka air suci itu pun jatuh ke pipiku.
"Apakah kamu telah berangkat?", pikirku.
"Mungkin sudah sampai di sana?", pikirku.
Aku menghabiskan waktuku hanya dengan berpikir dan melihat jam dinding bertiktok di depan mata.
Ku melihat di luar rumah belum ada pesawat yang lewat, mungkin kamu belum berangkat dan mungkin juga hp mu lowbet sehingga bbmku checklist -_-. Mungkin ya! Mungkin!
*
Jarak dari rumahku ke Bandara cukup jauh dengan jarak lebih dari 5km.
"cukupkah minyak motor 1liter kesana?", pikirku.
Jika jodoh maka Tuhan selalu memberi cara untuk membuat minyak motorku masih tetap 1liter walaupun perjalanan sejauh lebih 5km.Yaaa jika jodoh? Kalau tidak? Tuhan memberiku untuk berjalan sambil mendorong motor dan berjodoh dengan para jalanan :-D.
Tanpa berpikir panjang lagi, tak ada waktu untuk mandi, tak ada waktu untuk sikat gigi, tak ada lagi waktu menunggu balasan bbmnya, dan tak ada lagi waktu untuk mengisi minyak motor.
*
Dengan Bismillah ku jalankan motor ini dengan kencang, angin yang meniup tubuhku dengan aroma minyak wangi tidur dengan rasa tidur yang masih melengket di gigi.

Maceeetttt pun tiba di depan punti kayu sampai ke lampu merah Bandara -___-
Klakson pun mulai membuatku tambah tidak gerah.
Cuaca yang sangat panas pun membuat tubuhku basah bercucuran.
Dengan rasa yang sangat tergesah dan cemas.
Jam tangan silver selalu ku lihat...
Langit yang mataharinya sangat tajam dan tak sanggup mataku melihat bulai 360 derajat tapi hanya 35 derajat karena mataku yang sangat sipit, pesawat pun belum ada yang lewat.
 *
Terik panas, jalan macet, membuat para pencari nafkah jalanan semakin semangat untuk berkerja, semakin banyak kendaraan yang macet  semakin banyak pula rezeki mereka. Namun rezeki hatiku belum datang?.
Berlama-lama di macet sambil ku meratapi nasib mereka, sambil ku perhatikan pekerjaan mereka.
Berjalan mencari uang tanpa kaki
Berjalan mencari uang tanpa mata
Berjalan mencari uang menggendong balita
Berjalan mencari uang dengan merelakan harga diri
Berjalan mencari uang dengan rasa kasihan
*
Macet pun belum usai, ku buka bbm, ku lihat ada 4 pembaruan ternyata ada pembaruan dari dia
"Bismillah otw (gambar pesawat)".
Oh tidaaaakkk dia pergi, tunggu akuuu!!!
Macet jika ditunggu maka tambah macet, ya tanpa ada mikir lagi.
Motor ku jalankan, menyelip ke sana ke sini, lampu merah ku teroboskan...
Sampaikah motorku dengan gas yang telah mengedek-gedek karena bensin yang telah kosong untuk mengejar pesawat?
Jika jodoh Tuhan pun selalu memberi cara lain...
*
Dengan kecepatan 80km/jam ke atas saya pun sampai di parkiran motor Bandara dengan pakaian tidur, belum mandi, dan sandal jepit yang kebesaran, dan juga saya memarkirkan motor dengan sembarangan.
Banyak sekali orang melihatku dengan aneh, jika ku lewat banyak pula orang menutup hidungnya karena aroma tubuhku yang sangat menyengat :-D.

"Permisi...Permisi... Excuseme", ku trobos antrian
"Mbak tolong mengantri!", kata pegawai Bandara
"Iya saya tahu, tapi saya bukan untuk memesan tiket, tapi saya mau tanya pesawat ke Jakarta ke smg telah berangkat?', tanyaku.
"10detik lagi berangkat, silakan mbak ke belakang", perintahnya.
*
"10 detik lagi berangkat? ya sudahla Tuhan berkehendak lain", sedihku mengepor di lantai bandara seperti gembel.
"10"
"9"
"8"
"7"
"6"
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
Hitungku dengan jari! Dada i..........
"Eeee....NOL", hitung orang dibelakangku.
"Iya saya tahu setelah angka 1 pasti 0, pesawatnya pun berangkat ke awan", bicaraku sedih.
"Setelah angka 0 pasti akan ada hitungan dari 1000", kasihnya uang 1000 lecek padaku.
"Walaupun aku berpakaian seperti ini tapi aku bukan pengemis kak", tundukku tanpa melihat wajahnya.
"Kalau boleh tahu ngapain disini dek", tanya laki jaket merah dan topi merah yang terlalu menutp wajahnya.
"Menunggu makhluk Tuhan yang paling langkah di dunia ini", jawabku dengan sedih.
"Kero dek?", tanyanya.
"Iya sejenis makhluk Kero", jawabku.
"Manusia dek?", tanyanya.
"eeee", jawabku lesu.
"Kemana dianya?", tanyanya.
"Kesana", ku tunjuk langit dengan telunjuk.
"Hmm busuk nian kelek adek ini", jujurnya.
"Hehe belum mandi, ku pikir jika aku mandi maka aku akan ketinggalan pesawatnya, ternyata sama saja jika ku mandi dan belum mandi makan akan ditinggal juga", jawabku sedih.
"Siapa nama orang yang adek tunggu?", tanyanya.
"......", jawabku,
"Kakak ni bisa sulap dek, pesawat yang pergi tadi pasti bisa kembali lagi kesini dan orang yang berada di dalamnya dalam waktu 10 detik", kata pria yang baru ku kenal itu.
"Ngolake!", ceplosku.
"Yasudah jika orang yang adek tunggu tidak ketemu lagi, kakak mau pergi soalnya adek tidak percaya", cueknya.
*
Laki-laki tersebut pun pergi meninggalkanku....
Tapi aku masih penasaran, mungkin benar ya sulapnya dalam waktu 10 detik hitung mundur pesawat itu akan kembali lagi ke sini dan orang didalamnya.
"10"
"9"
"8"
"7"
"6"
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
"0"
Hitungku lagi!
"Ternyata aku tertipu oleh pria tersebut, sebelum aku pergi lebih baik aku mengecek bbm mungkin dia telah sampai", bicaraku sendiri.

"pesawatnya mundur", pembaruan bbmnya.
bingung maksud status bbmnya -__-.
"coba lihat ke belakang, subhanallah gantengnya", status bbmnya.
bingung juga mungkin dia sudah transgender.. oh nooo!
"jangan berjalan kedepan, tapi berbaliklah ke belakang, kamu pakek baju tidur kuning", status bbmnya.
Masih bingung maksud statusnya apa? Coba ku lihat ke belakang.
*
Laki-laki tinggi, putih, badan berisi, alis tebal...
"Haii apa kabar", sapanya.
"orang gila, kenal enggak, nanya siapa aku", ucapku.
"kamu yang gila ke Bandara belum mandi, pakek baju tidur, iler masih nempel", ejeknya.
"Dasar cewek bodoh!", katanya.
"Aku bukan bodoh! Tapi aku di bodohin", jawabku.
"Iya dibodohin sama aku", jawabnya.
"Lihat aku dengan jelas! Siapa aku?", tanyanya.
"Bukan", jawabku.
"Lihat!", perintahnya.
"Kamu arwahnya", kataku.
"Aku wujud aslinya", katanya.
"Kamu setannya", jawabku.
*cubit pipiku tembem "Lihat, aku....", ucapnya.
".......?", tanyaku.
"Iyaa sayang", jawabnya.
"...... asli?", tanyaku lagi.
"Iyaa sayaanggg", jawabnya romantis :-D.
"Kangeeeeennnnn", kataku.
"Daakk aiii busuk", faktanya,
Yaaahhh akhirnya kita berdua ketemu juga, dan saling memberi nomor hp, kita selalu smsan setiap hari, namun sayangnya 3bulan berikutnya kartu hpku hilang dan nomornya juga hilang, kita tidak smsan lagi :'(. 2bulan selanjutnya ternyata dia sudah ada yang baruuuu -__-.
Ya sudahla ikhlaskan orang yang kita sayang, jika dia bahagia kita pun bahagia.
Jika jodoh gak bakal kemana, walaupun orangnya berbeda tempat tinggal, kalo jodoh pasti ketemu toh!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar