Bentar lagi Ujian Nasional, kalo bicara tentang Ujian Nasional inget flashback deh :D. Saya teringat tentang Ujian Nasional SD, posisi duduknya ya seperti di fhoto, saya dibelakang sekali dan dia disebelah kiri saya. Ketika Ujian Nasional hari pertama dimulai, dia membawa jam weker merk "Bank SumSel-BaBel", dia mengaktifkan alarm pukul 09.00 apakah dia sanggup mengerjakan soal Ujian Nasional kurang dari 2jam atau lebih?. Yook baca sekarang :
- Ulangan Matematika dihari ketiga, seperti biasa dia selalu membawa jam weker ke kelas ketika UN, disaat ulangan Matematika 40soal yang isinya angka semua, dia sangat fokus mengerjakannya, sedangkan saya hanya menoleh ke kiri terus mencontek isiannya, namun ketika saya mencontek dapat 12jawaban, saya cek lagi tapi isiannya kebanyakkan salah. Akhirnya kita ribut disaat UN dilakukan.
- "Isian nomor 36 kamu apa?", tanya saya
- "A, kamu nyontek terus :'(, makanya belajar", nasehatnya.
- "daripada kamu belajar, tapi isiannya salah, nomor 36 itu B bukan A", protes saya.
- "Itu isiannya A, kalo gak percaya lihat nih orekan aku", membela diri.
- "salah, itu angka sifatnya distributif atau penyebaran, jalannya kayak ini, kamu pakai rumus asosiatif",balas saya
- "tauk ah gelap, kalo nyontek ya nyontek aja gak usah pakai protes", balasnya.
- Sedangkan disaat zaman SD dulu belum ada yang namanya ulangan atau latihan pakai kalkulator semuanya menggunakan tangan, mengorek-orek dibuku.
- "bukan protes, tapi isian kamu itu salah, mau kamu gak lulus? ayo ganti isiannya", paksa saya.
- "gak, aku masih percaya diri!!!", konsistennya.
- "ya udah terserah :p", jawab saja dengan jengkel.(sreeettt bunyi kursi bergeser), dia berdiri mau mengumpulkan jawaban UNnya.Dia itu emang pintar apalagi bahasa Inggris huaah jagonya, tapi Matematika dia kalah sama saya.(kriing,kriing,kriing) alarm jam wekernya berbunyi, hebat otaknya lebih cepat dari jam wekernya. Namun, waktu tinggal 10menit lagi waktu habis, sedangkan saya masih mengerjakan soal UN Matematika dengan sangat teliti, 5soal lagi belum terjawab. Dan waktu pun habis 3soal saya tidak sempat untuk menghitungnya, akhirnya saya mengambil soal UN Matematika dia diatas mejanya yang udah disilangnya. Kecil-kecil udah nyontek, namun saya mencontek sama orang yang otaknya berbobot hahaha :D.(ketika istirahat) didepan kelas sambil membaca buku IPA."katanya jawaban UN matematika aku salah, tapi kok masih nyontek", sindirnya."bukan nyontek, tapi cuman samain aja", bohongku."alasan kamu, bilang aja gak bisa jawab", hinanya."oh emang! kamu itu yang paling pintar sedunia", saya marah.saya langsung masuk kelas dan bilang sama teman saya yang didepan sekali untuk tukaran tempat duduk."pindah kamu ke belakang sekali", perintah saya."nanti dimarahi sama ibu", takutnya."kamu mau lulus UN gak?", tanya saya."sangat mau", harapannya."dibelakang kan ada si itu, dia kan pintar, jadi kamu bisa nyontek sama dia", bujuk saya.akhirnya teman saya mau pindah juga ke belakang, dan saya duduk didepan sekali dan dia tetap dibangku belakang sekali.Ketika soal UN IPA dibagikan, saya melihat soalnya sangat subhanallah sekali, entah kenapa soal UN IPA kebanyakkan tentang lampu redup, rangkaian seri, paralel seperti fisika.Saya masih sangat konsisten dengan pendirian saya bakal tidak mencontek dengan dia, namun saya tidak bisa menjawab dan saya kelamaan membaca soal, merenung, hanya dilihat saja.Dan saya berharap dia bakal memberi sebuah isian kepada saya, saya menoleh ke belakang dan melihatnya, dia sangat lancar dan fokus mengerjakan soal-soal UN IPA.Ketika saya menghadap ke depan lagi, terdengar lagi suara kursi berseret, dan dia mengumpulkan jawaban dan soalnya tanpa menolehku.Tapi, dia memberi sebuah kertas kopelan kecil dijatuhkan ke lantai dekat dengan tempat dudukku, saya membuka dan melihat ternyata itu kunci jawaban dari dia.Ternyata sejahat-jahat mulut dan perkataannya dia masih perduli sama aku wkwk :D.Akhirnya aku pun lancar mengerjakan soal UN IPA SD tanpa melihat soal lagi karena waktu yang sangat mepet.(ketika pulang) dia menunggu didepan pintu.
- "kamu kira aku mau maafin kamu dengan cara menyogok jawaban kamu", marahku.
- "maafin aku Nis, aku kan cuma bercanda", muka sedihnya.
- "nggak, isian kamu tadi aja banyak banget yang salah", bohongku.
- "Masa?", khawatirnya.
- "Iya, banyak yang salah", bohongku lagi.
- "Tapi anehnya kok masih disalin isian jawabanku tanpa melihat soal lagi", katanya.
- "iyaya aku maafin", saya kalah.
- "yook pulang bareng", tawarannya.
- Kita pulang bareng berdua, dipersimpangan 3 kita berpisah.
- Selama Ujian Nasional kita setiap hari seperti itu, jangan Ujian Nasional, ulangan harian saja kita berdua sudah dikeluarkan sama guru gara-gara setiap ulangan kita berdua diskusi dan dapat nilai 0 haha :D, walaupun kita selalu berdebat dan berantem tapi masalah prestasi kita bersaing sangat kuat.
- Hari-hari UN SD di SKIP ceritanya. Ketika pengumuman kelulusan SD pukul 12.30 siang, kita membawa orang tua, lagi-lagi bertemu sama calon ayah mertua :D.
- Ayahnya sangat ramah sama aku, aku ditegurnya hehehe :D.
- Jreng...jreng...jreng... deg-deg-degan nungguin pengumuman juara umum UN tertinggi.
- Dan akhirnya pengumuman "lulus 100%" yeehh kita bangga.
- Dan pengumuman juara umum UN tertinggi lagi-lagi dia yang selalu menang dapat juara 1umum, dan saya hanya juara 2umum. Ya udah, saya akuin dia lebih pintar dari saya.
- Tapi, kita gak musuhan, malahan kita bangga karena ini semua adalah HASIL KERJA KERAS KITA DISKUSI SECONTEKAN OTAK KITA. hahaha :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar