Keringat bercucuran
Darah terhisap
Tubuh terkikis
Warna kulit menggelap
Air mata pilu
Menghadapi kehidupanku
Yang tidak seperti mereka
Menggunakan uangnya
Tanpa melihatku
Yang harus bertarung nyawa
Menghidupi keluargaku
Inilah cerita hidupku
Orang di pinggir
***
Kamis, 11 Juni 2015 aku dan temanku mencari uang, mencari kerja kemana-mana tapi bingung mau cari kerja dimana, sekolah kita sudah tamat, dan akhirnya orang tua kita telah berhasil menyekolahkan kita walaupun sekarang sampai tingkat SMA yang belum ada gelar dibelakang nama kita. Libur telah panjang, dan kata "LIBUR" yang dulu sangat kita tunggu ketika duduk di bangku sekolah.
"Bosan dirumah"
"Bosan tanpa uang jajan"
"Bosan hanya duduk makan tidur"
"Bosan hanya kerja dirumah"
"Bosan mandi selalu siang"
"Mau jalan-jalan tidak ada uang"
"Mau nonton tidak ada uang"
"Mau makan diluar tidak ada uang"
"Mau jalan, nonton, dan makan sama pacar biar ada yang bayarin tapi gak punya pacar"(jomblo)
"Dan pacar kita juga masih minta uang sama orang tuanya kalo mau bayarin kita"
"Dan mau minta uang tapi sekarang sudah punya malu sama orang tua"
Semua itu adalah pikiran kita?
Mencari barang dirumah, bingung apa yang harus dijadikan uang huh -_-
Mau buka usaha tapi bingung gak ada modal huh -_-
Orang tua mikirnya selalu seperti ini "belajar nak! kuliah yang benar! kuliah di perguruan tinggi negeri! sekolah dinas!"
Orang tua itu sebenarnya lelah mencari uang dari seribu, puluhan ribu, ratusan ribu, jutaan, miliyar, dan triliun. Tapi orang tua hanya minta belajar nak!belajar nak!belajar nak!.
Tapi setiap hari belajar kan juga bosan huh -_-.
Orang tua juga selalu mikir
"Jika anakku belajar maka ia akan pintar, jika anakku pintar maka ia akan mendapatkan nilai besar. jika anakku mendapatkan nilai besar maka ia akan mudah di tarik oleh perkerjaan".
Tapi banyak orang pintar dan sampai sekarang hidupnya belum tentu berkecukupan bisa jadi orang pintar hanya fokus pada belajar, sekolah, kuliah, karir, lalu jodoh.
Karena mereka hanya fokus pada satu pusat, tapi pusat tersebut tidak berkembang sehingga mereka ketinggalan alur kerjanya.
***
Baiklah inilah cerita kami :
Langit hari ini memang sedang mendung, tapi dia memintaku menemaninya mencari uang dengan cara mencari kembang.
Ini bukan kembang desa!
Ini juga bukan kembang perawan!
Tapi kembang kuburan :-)
(Jangan takut dulu dan jangan berhenti dulu membacanya)
Dia tinggal dengan kondisi rumah lantai tanah, atap seng, dan dinding kayu, ketika hujan rumahnya akan bocor, dan perkejaan ayahnya hanya sebagai seorang penggali kuburan, dan ibunya sebagai seorang rumah tangga. Dan dia pun ingin kuliah, tapi orang tuanya tidak punya biaya untuk mendaftar SBMPTN dan UMPN.
Tapi, kondisi hidupnya yang seperti itu bukan berarti harus membuatku menjauh darinya tetapi aku semakin dekat dengan dia.
Karena dia adalah wanita paling kuat dan paling beda dari wanita lain.
Hidupnya yang sederhana..
Penampilannya yang biasa saja..
Dan tingkahnya tidak seperti wanita zaman sekarang..
Wanita zaman sekarang wajah cantik karena makeup
Dan tanpa berpikir makeup tersebut akan merusak wajahnya
Hidup wanita zaman sekarang biasa saja
Tapi diluar rumah menjadi luar biasa
Biarkan saja cantik natural
Bersinar dengan air wudhu
Pakai make-up itu boleh
Tapi sewajarnya dan seperlunya.
***
Kita sudah temenan selama 6tahun, karena dari SMP kita 3tahun sekelas tapi sayang sekali tidak pernah sebangku dan tidak akrab. Mungkin dulu karena sifatnya yang masih egois, cuek, gengsi, mulutnya ngerocos, sensitif, mudah marah, dan tidak mau mulai deket sama aku.
Mungkin dulu karena aku sifatnya yang terkenal sombong, cuek, kalo bergaul ya lihat-lihat dulu orangnya, suka milih-milih, tidak mudah bergaul, selalu duduk didepan, pelit, pendiem, dan banyak buruknya. ITUKAN DULU! SEKARANG SUDAH BERUBAH!
Manusia itu memang aneh ya, zaman SMP sifat yang belum dikendalikan, sifat yang masih anak-anak, belum mikir panjang, dan belum dewasa. Tapi terkadang suka heran sama orang-orang yang sudah dewasa dan tua tapi sifatnya masih buruk ya? Mungkin mereka merasa lebih nyaman dengan sifatnya, dan mungkin juga mereka punya cara sifat baik sendiri dengan orang tertentu.
***
Aku pergi kerumah dia, menjemput dia untuk pergi ke Sungai Lais mencari kembang, sebenarnya aku takut bermotor ke Sungai Lais karena banyak begal, namun temanku punya keluarga di Sungai Lais sehingga warga disana tidak membegalku. Kerumah warga yang dirumahnya memiliki tanaman kembang, menggedor rumah mereka untuk membeli kembang karena minta saja tapi ambil banyak kan malu hehe...
Memetik kembang, kembang yang tinggi kami memanjatinya, tanpa berpikir ada ulat bulu ditangan, ada cacing di kaki, ada nyamuk yang menggigit, dan ada hujan yang mulai mendatangi kami. Yang kami cari adalah uang tapi yang kami rasakan adalah kebersamaan. Andai ketika masih SMP kita sedekat ini hehe :-D.
3kantong asoy besar sudah penuh dengan bermacam-macam kembang..
Orang-orang pada menonton kita karena kita memetik kembang banyak sekali, dan mereka berpikir
"Mungkin ini cewek berdua abis terkena santet sehingga harus mandi kembang"
"Mungkin ini cewek berdua adalah keturunan Suzana"
Padahal kita memetik kembang sebanyak itu untuk jualan di kuburan ya karena sebentar lagi bulan puasa, para penziarah semakin banyak berkunjung, dan semakin banyak rezeki kita.
Kita kembali pulang kerumah nenek temanku yang jaraknya tak jauh dari kita memetik kembang
Rumah panggung
Dinding kayu
Lantai kayu
Halaman tanah becek
Sebenarnya temanku hanya ingin berpamitan dengan nenek dan kakeknya, dan aku hanya menunggunya dimotor karena didaerah situ suka terjadi kemalingan motor
Ku kira hanya sebentar
Dan ternyata sangat lama
Suara hujan sedang lomba lari di langit terdengar olehku
Dan aku bingung mau parkir motor dimana
Karena kondisi jalan yang hanya lurus satu arah
Dan di kanan kiri kumbangan dan rawa-rawa
Mau mutar sangat susah sekali
Hujan mulai turun sangat deras sekali
Memukul badanku
Temanku tanpa menggunakan sendal mengijak tanah becek
Membantuku untuk memutarkan motor
Kita berdua mandi hujan bareng
Akhirnya motorku bisa mutar
Walaupun harus masuk kumbangan
Celana mulai kotor
Dan aku memarkirkan motorku
Didepan rumah tetangga neneknya
Temanku kembali kerumah neneknya dengan basah-basahan
Dan aku mulai menuju rumah neneknya dengan berlari
"Ica...Ica...awas licin, becek, awas kepleset" (jeritnya diatas rumah panggung)
"Hujan...hujan...aahh basah..basah..."(jeritku sambil berlari)
Tiba-tiba kakiku tidak berteman dengan tanah tersebut
Aku pun terpleset di kehujanan
Pantat kananku sakit
Dan tangan kananku juga keseleo
Aku ditertawakan oleh anak-anak TPA yang sedang berteduh
Dan temanku tertawa puas dan lalu turun dari rumah panggung tanpa bersendal menarikku
Tapi ketika aku terpleset aku tidak merasakan sakit
Aku hanya tertawa karena tingkahku membuat orang sekitarku tertawa hahaha
Kita berdua seperti film di India
Hujan-hujanan berdua
Bertarikkan membantuku berdiri
Di kanan kiri kembang-kembang
Namun sayang sekali kita adalah sama-sama wanita
Huuhu dingin rasanya kita berdua sangat butuh kehangatan dan kasih sayang wkwk :-D
Celanaku kotor, tanah menempel dicelanaku
Temanku membersihkan celanaku dengan kain yang diberikan oleh neneknya
Dan karena sibuk memikirkan celanaku tanpa di sadari bahwa kaki kita digigit linta
Kenyang itu linta makan darah B
Celanaku sudah bersih
Kita pun masuk dirumah neneknya...
Seperti terasa di dusun rumah panggung seperti ini
Kita meminum teh hangat yang dibikin oleh neneknya
Sambil tertawa karena aku kepleset tadi
Dan cerita sambil menunggu hujan berhenti
***
Hujan telah berhenti, tapi baju kita berdua masih basah
Hujan telah berhenti, tapi baju kita berdua masih basah
Kita pun pergi untuk mencari daun pandan
ya daun pandan untuk dijual juga di kuburan
Daun pandan sudah kita ambil ya sangat banyak sekali
Aku mengantarkan dia pulang kerumahnya untuk menaruh semua kembang dan daun pandan dirumahnya
Dan baju kita berdua masih basah
Kita pergi ke Bakso Gersik
Untuk mencari sebuah kehangatan wkwk
Hangatnya bakso 10ribu
Membuat tubuh kita menjadi lumayan hangat
Dan rasanya sangat nikmat
Karena aku di traktir oleh dia
Karena dia ulang tahun
Dan uang tersebut hasil kerjanya sendiri menjual kembang dikuburan
Bakso pun sudah habis
Lalu kita berdua melihat cewek dan cowok yang pacaran lagi makan bakso berdua
Dan kita berdua mulai mengkhayal
"Kapan ya bisa jalan sama cowok?"
"Kapan ya bisa makan sama cowok?"
"Kapan ya bisa dibonceng sama cowok?"
"Kapan ya bisa makan sama cowok?"
"Kapan ya bisa dibonceng sama cowok?"
"Hmm pengen tapi sayang jomblo"
Pasti bakalan terjadi, tapi nanti hehe :-D
Setelah makan bakso...
Kita pun pergi ke MM (Murah Meriah)
Untuk membelikannya kado
Ketika di MM
Aku menyuruhnya pilih aja mau yang mana
Padahal uangku hanya 38000 hehe
"Nah ca ini baju bagus" (katanya)
"Bentar, aku lihat harganya, yaah jangan duit aku dak cukup ini 82000" (kataku)
"Nah yang ini mau baju tidur, harganya 45000, tapi tambahi ye duit 7ribu"(kataku)
"ndak ah, aku pingin yang bisa di bawa jalan-jalan"(katanya)
"yasudah terserah mau yang mana" (kataku)
Tiba-tiba dia melihat sajadah, jilbab, mukena atau mungkin hatinya mulai tersentuh dan ingin tobat
"Nah ca mukena, tapi 51000"(katanya)
"nah sajadah 31000, mau dak?"(tawarku)
"Nah aku galak ca, aku pingin tobat"(katanya)
"Nah kalo sholat pakek sajadah ini kan bisa doai aku abis sholat"(kataku)
"Nah kalo sholat pakek sajadah ini kan bisa doai aku abis sholat"(kataku)
Akhirnya dia mengambil sajadah tersebut, semoga dia benaran tobat ya allah amin hehe
Ketika di lantai bawah, ternyata ada boneka
"Nah aku pingin boneka minnie mouse ca"(maunya)
"Ambilah harganya 38000, tapi pilih mau sajadah atau boneka"(tanyaku)
Dia pun mulai bingung
Tangan kanan memegang sajadah, dan tangan kiri memegang boneka
"Ca dua-duanya"(pintanya)
"tapi duit aku dak cukup"(jujurku)
"Yasudah aku boneka saja, biar bisa inget ica kalo lihat minnie mouse"katanya..
"Hehe aku kan imut wkwk"pujiku
"Ndak ah minnie mouse imut nian, beda dengan wajah ica"ejeknya.
Dia pun bingung mau yang mana -___-
Dan akhirnya dia mengambil boneka minnie mouse tersebut.
Waktu sudah malam dan mulai isya..
Aku mengantarkannya pulang
Namun sayang sekali besok aku tidak bisa ikut berjualan kembang dikuburan
Karena aku harus belajar ikut test sekolah dinas
Mungkin setelah tanggal 16 aku bisa menemaninya
Ketika aku sampai dirumah dia menelponku dan dia sangat perhatian sekali denganku.
***
Aku berteman dengan dia karena sederhananya
Aku berteman dengan dia karena dia yang menyadarkanku
Apa arti kesederhanaan
Apa arti susahnya mencari uang
Apa arti kehidupan
Terik panas matahari melihatku mencari uang
Hujan dingin basah menyelimuti tubuhku
Dan kita juga bisa tahu
Carilah uang sehalal-halanya
Walaupun kita merasa malu
Tapi di mata diri kita sendiri
Kita bisa menyadarkan orang lain
Dengan cara kita sederhana
Orang tua punya harta
Orang tua punya gelar
Orang tua punya tahta
Sebaiknya tak usah kita pamerkan
Agar kita tahu
Siapa teman kita sebenarnya?
Dan siapa jodoh kita sebenarnya?
Dan siapa jodoh kita sebenarnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar