visitors'

Jumat, 17 Januari 2014

Pelangi Datang setelah Hujan

Setelah hujan turun pasti akan ada pelangi indah yang datang, namun pelangi itu tak tahu kemana. Maka, aku pun mulai mencari pelangi itu ketika disaat pulang sekolah Jumat, 17 Januari 2014.

 Hujan turun dari langit lalu jatuh ke tanah, namun sebelum hujan jatuh ketanah, hujan menyentuh tubuhku terlebih dahulu. Sendiri aku berjalan pulang dari sekolah, melangkahkan kaki menuju rumah, cuaca dingin yang menyelimuti tubuh. Tiba-tiba hujan datang tidak hanya membawa air, namun hujan datang bersama seorang yang dulu adalah masa laluku, yaitu Dia. Dia datang tiba-tiba lalu berjalan disebelahku, ketika cuaca dingin menyelimuti tubuhku, maka dia adalah cuaca hangat yang melawan dingin di tubuhku. 

Kami berdua berjalan tanpa saling melihat, kami berdua berjalan tanpa saling bicara, berjalan hanya berjalan. Dia sangat cuek sekali, saya berharap didalam hati bahwa dia akan meminjamkan jaketnya itu di tubuhku, namun sekarang aku sadar aku hanya masa lalunya yang tidak ada hak untuk meminta sebuah perhatian dari dia lagi. Namun, ketika dipersebrangan jalan suara hati itu terdengar lagi ditelingaku dari mulutnya
 "Ayok nyebrang", kata dia yang hanya berbicara tapi matanya tidak melihatku.
 "ah, kamu tadi bilang apa?", jawab saya dengan kaget.
Tiba-tiba ada sesuatu yang menempel ditelapak tanganku yang awalnya terasa dingin sehingga menjadi hangat, saya menoleh ke bawah yaitu tangannya yang menggandeng tanganku. Hatiku berkata "subhanallah hujan membawa anugrah". Sebenarnya itu bukanlah sebuah anugrah namun itu semua adalah dosa. Namun, itulah terkadang tidar sadar dosa datang tanpa disadari.
"Jangan GR kamu Cha!", cudesnya dia menyekit hatiku yg awalnya senang tiba-tiba jadi kesal.
"Siapa juga yang GR! :p. Kamu tu mencari kesempatan dalam kesempitan diwaktu hujan", balas cudes.
"Eh, aku tu cuman bantuin Icha nyebrang, bukannya nyari kesempatan :p", balasnya.
"Aku juga bisa kali nyebrang sendiri :p", balas lagi.
"Ya udah, balik lagi kesana, aku mau lihat kamu nyebrang sendiri!", perintahnya.
Aku hanya diam diam dan diam, speechless...SPEECHLESS!
"kamu mau mati?", tawarannya kejam banget astafirullah
 "kamu jahat!!!", tanda seru tu.
"aku bukan jahat Cha, tapi aku masih ada hati", subhanallah lembut suaranya melelehkan hati.
"masih ada hati sama aku?", hahaha bercanda saya.
"bukan, entar kalau kamu nyebrang sendiri, ditabrak mobil, terus mati, aku juga yang repot, aku tu pulang cepet-cepet langsung mau main PS", jawabnya yang polos tanpa dosa.
Aku pun bingung bis arah kerumahnya sudah lewat lebih dari 10x namun dia belum pulang, dan bis perumnasku datang, akhirnya aku pergi meninggalkannya tanpa bicara, ada bis jurusan rumah ke rumah dia dibelakang bis perumnasku, maka dia pun menaikkinya dan pulang. Huaaahhh sebuah perjalanan dekat, menunggu bis, berhujan-hujanan membawa seribu waktu kenangan didalam pikiran dan membawa rasa-rasa yang dulu pernah ada kembali datang ke dalam hati.
"Terkadang aku suka khilaf dan tidak sadar bahwa dia bukan milikku lagi, dia telah menjadi milik orang lain, dan aku masih menjadi milikku sendiri"
 "Terkadang aku tidak ada hak untuk meminta perhatian darinya sedikitpun".
"Dan hujan membawa sebuah pelangi yang berwarna, namun Allah tidak menampilkan pelangi itu dilangit, namun Allah menampilkan pelangi itu dimatanya, dimataku, dihatiku dan dihatinya". Hujan datang membawa seribu kenangan yang dulu di sinopsikan menjadi satu kenangan yang sekarang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar